Sabtu, 05 Mei 2012

- KARIMUNJAWA


Karimunjawa adalah kepulauan yang terletak di Laut Jawa dan masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pulau Karimunjawa yang mempunyai luas daratan sekitar 1.500 hektar dan luas perairan sekitar 110.00 hektar telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Taman Nasional pada tanggal 15 Maret 2001. Karimunjawa dengan ombaknya yang tergolong rendah dan jinak serta dibatasi oleh pantai dengan pasir putih yang halus merupakan rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut bahkan beberapa fauna langka juga berhabitat disini seperti elang laut dada putih, penyu sisik dan penyu hijau. Sedangkan dewadaru (crystocalyx macrophyla) merupakan tumbuhan khas Taman Nasional Karimunjawa.

Seperti tempat – tempat wisata lain di Indonesia, Kepulauan Karimunjawapun mempunyai legenda tersendiri yang beredar dimasyarakat antara lain legenda tentang keprihatinan Sunan Muria (salah seorang Sunan yang termasuk dalam jajaran Wali Songo) atas kenakalan Amir Hasan, putranya. Selajutnya dari puncak Gunung Muria, secara samar/kabur atau dalam bahasa Jawa disebut “kremun – kremun” Sunan Muria melihat sebuah pulau dan untuk mendidik Amir Hasan, Sunan Muria memerintahkan putranya untuk pergi ke pulau tersebut agar Amir Hasan dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun – kremun” itulah maka dikenallah pulau tersebut dengan sebutan “Pulau Karimun”.

Ada banyak tempat yang menjadi tujuan utama para pelancong saat mengunjungi Pulau Karimunjawa dengan sebuah kapal motor bermesin truk Fuso (entah buatan tahun berapa sehingga mungkin pabriknya pun sudah lupa pernah memproduksi mesin tersebut) milik nelayan setempat, antara lain :
  1. Pulau Cemara Besar yang berjarak sekitar +/- 7 sampai 10 mil laut dari pulau Karimun, merupakan surga bagi para pelancong karena mereka dapat bersnorkeling atau bermain dihamparan pasir putih yang berkilauan diterpa sinar matahari. Bagi para pelancong yang gemar bersnorkeling, pulau Cemara Besar adalah salah satu spot yang memiliki keindahan alam bawah laut yang sangat menawan bahkan jika beruntung dapat bertemu si “Nemo”, 1 (satu) jenis ikan yang sangat popular karena pernah diangkat ke layar kaca di Amrik.
  2. Pulau Tanjung Gelam, pulau ini merupakan spot terbaik untuk berburu “Sunset”. Saat - saat “Sang Raja Siang” tampak perlahan tenggelam di ufuk Barat merupakan pemandangan yang menakjubkan yang dapat disaksikan di pulau Tanjung Gelam. Terlebih lagi saat “Sang Surya” terlihat hanya separuh bulatan dan perhalan – lahan menghilang ditelan lautan. Warna merah sisa – sisa kekuasaan siang masih sanggup ditunjukkannya, seakan permohonan diri untuk sejenak undur diri.
  3. Pulau Menjangan Kecil, seperti halnya pulau Cemara Besar, pulau Menjangan Kecil merupakan spot keindahan pesona bawah laut. Dengan perairan dangkal dan arus air tidak begitu kencang, keindahan bawah laut pulau Menjangan Kecil didominasi oleh karang – karang yang berbentuk seperti bunga mawar yang dihiasi dengan berbagai jenis ikan hias yang pasti akan menghibur setiap pelancong yang bersnorkling ria.
  4. Pulau Menjangan Besar, di pulau yang mempunyai hamparan pasir putih yang berkilau diterpa sinar matahari diringi lambaian pohon – pohan kelapa terdapat penangkaran penyu dan ikan hiu yang mempunyai ukuran cukup besar, bahkan di kolam penangkaran hiu, para pelancong dapat menguji adrenalin dengan berenang bersama hiu dan seekor Penyu Raksasa.
Dibalik keindahannya, alam bawah laut menyimpan suatu bahaya yang cukup besar jika tidak berhati – hati dan mengindahkan segala peraturan yang ada, seperti arus bawah laut yang kadang – kadang berubah kencang dan terutama binatang laut berbisa, yaitu “bulu babi”. Namun, apabila para pelancong mengindahkan semua peraturan yang ada dan mau bersahabat dengan alam maka hal itu semua dapat dihindarkan.




 
Tertarik untuk berlibur dan menikmati keindahan Kepulauan Karimunjawa..?
Terdapat 3 (tiga) alternatif untuk mencapai pulau Karimun, yaitu dengan menggunakan :
  1. Kapal Penyeberangan Cepat (KPC) Kartini I dari pelabuhan Tanjung Emas, Semarang yang berangkat menuju Karimun setiap hari Sabtu pagi pukul 09.00 Wilayah Waktu Indonesia Bagian Barat (WWIBB) dan akan kembali dari Karimun menuju Semarang pada setiap hari Minggu siang pukul 14.00 WWIBB dengan jangka waktu tempuh 4 (empat) jam.
  2. Ferry Penyeberangan Muria (KM Muria) dari pelabuhan Kartini, Jepara menuju pulau Karimun setiap hari Sabtu pagi pukul 09.00 WWIBB dengan jangka waktu tempuh sekitar 8 (delapan) jam (untuk KM Muria, saya mohon ma’af karena saya belum pernah menggunakan KM Muria sehingga data – data yang saya peroleh kurang lengkap).
  3. Jalur udara dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju Bandara Dewadaru di Pulau Kemujan yang menggunakan pesawat sewa jenis “CASSA 212” (bukan Wiro Sambleng lho … ha.ha.ha) yang disediakan oleh PT Wisata Laut Nusa Permai yang dikelola oleh Kura – Kura Resort dengan jangka waktu tempuh sekitar 30 (tiga puluh) menit. Saran kami .. sebaikanya para pelancong untuk melakukan “Check and Recheck” lebih detail tentang jadwal transportasi yang akan digunakan karena tidak setiap hari alat – alat transportasi tersebut melayani rute tersebut di atas.

Tidak ada komentar: